
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Venezuela.
Dalam pernyataannya, Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak membenarkan tindakan apa pun yang melanggar legitimasi politik dan hukum internasional, di mana pun hal tersebut terjadi. Ia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Erdogan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap eskalasi ketegangan yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan berdampak luas pada keamanan global. Menurutnya, langkah sepihak dan penggunaan kekuatan militer dapat memicu krisis kemanusiaan yang lebih besar.
Percakapan kedua pemimpin tersebut berlangsung di tengah sorotan internasional terhadap dinamika politik di Venezuela serta respons Amerika Serikat yang menuai beragam reaksi dari komunitas global.
Turki, kata Erdogan, akan terus mendorong dialog dan solusi damai sebagai jalan utama dalam menyelesaikan konflik internasional, sejalan dengan prinsip hukum dan tatanan dunia internasional.






