Maret 25, 2026


(foto: google)

Lomboknusa.id – Saat dalam cuaca dingin, tubuh secara otomatis melakukan berbagai respons untuk mempertahankan kehangatan. Pembuluh darah pada bagian tubuh seperti tangan dan kaki akan menyempit agar aliran darah lebih banyak menuju bagian inti tubuh. Anda juga bisa mengalami gemetar, yaitu reaksi alami di mana otot berkontraksi untuk menghasilkan panas.

Walaupun mekanisme ini penting untuk menjaga keselamatan tubuh, reaksi tersebut bisa menjadi kurang menguntungkan saat Anda berolahraga karena dapat mengurangi kelenturan gerak dan meningkatkan risiko cedera. Suhu dingin juga dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular Anda.

Bagaimana cuaca dingin memengaruhi tubuh

Ketika tubuh berada dalam suhu dingin, aliran darah akan dialihkan dari tangan dan kaki menuju bagian inti untuk menjaga organ vital tetap hangat. Kondisi ini membuat otot dan sendi menjadi lebih kaku, sehingga gerakan terasa kurang leluasa.

Selain itu, jaringan tubuh yang mengeras akibat dingin meningkatkan risiko terjadinya ketegangan atau robekan otot. Ruang gerak pun bisa menjadi lebih terbatas. Misalnya saja, saat Anda hendak melompati genangan air, tiba-tiba otot paha belakang terasa tertarik.

Beberapa tindakan pencegahan sederhana dapat membantu menjaga tubuh  tetap hangat dan mengurangi risiko cedera ketika melakukan olahraga pada cuaca dingin, kata para ahli.

Kenakan pakaian berlapis
Dengan memilih pakaian yang sesuai, Anda dapat membantu menjaga tubuh tetap fleksibel sekaligus melindungi tubuh dari suhu dingin.
Gunakan pula topi, karena kepala merupakan salah satu bagian tubuh yang cepat kehilangan panas. Sarung tangan juga penting untuk melindungi tangan yang sangat sensitif terhadap dingin. Menjaga kaki tetap hangat tak kalah penting, sebab beberapa penelitian menunjukkan bahwa kaki yang dingin dapat memengaruhi keseimbangan.

Pemanasan
Pemanasan dinamis untuk meningkatkan aliran darah ke tangan dan kaki menjadi lebih krusial sebelum olahraga di cuaca dingin dibandingkan saat cuaca hangat.
Ia merekomendasikan melakukan aktivitas ringan di dalam ruangan beberapa menit sebelum keluar, seperti memutar atau mengayunkan lengan, high knees, atau lunge untuk membantu memperlancar sirkulasi. Jika Anda harus berada di luar sebelum mulai berlatih, tetaplah bergerak. Berjalan, jogging kecil, atau jumping jack bisa membantu tubuh tetap hangat.

Hidrasi
Meskipun rasa haus biasanya berkurang di suhu dingin, tubuh tetap kehilangan cairan melalui keringat. Kombinasi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Suhu dingin juga bisa memicu lebih sering buang air kecil, yang semakin menambah potensi kekurangan cairan.
Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah akan menurun sehingga aliran darah ke otot berkurang dan jantung bekerja lebih keras.

Ketahui rute Anda
Karena gerakan tubuh berubah saat kedinginan, Anda mungkin tidak bisa menghindari hambatan tak terduga sebaik ketika cuaca hangat. Untuk mengurangi risiko, pilihlah rute yang familiar dan minim bahaya. Gunakan pula sepatu dengan daya cengkeram yang baik.n

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?