Maret 20, 2026
Ilustrasi Sebaran Curah Hujan. (Foto: BMKG).

Lomboknusa.id, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat melaporkan peningkatan curah hujan di seluruh wilayah NTB pada dasarian II Januari 2026. Kondisi ini menandai wilayah NTB tengah memasuki periode puncak musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat.

Dalam rilis *Informasi Iklim Dasarian Provinsi NTB Update Dasarian II Januari 2026*, BMKG menyebutkan curah hujan di NTB bervariasi dari kategori rendah hingga sangat tinggi, yakni 0–50 milimeter per dasarian hingga lebih dari 300 milimeter per dasarian. Sifat hujan secara umum didominasi kategori Atas Normal.

Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan akumulasi mencapai 488 milimeter per dasarian. Sementara itu, hasil monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) menunjukkan sebagian besar wilayah NTB masih mengalami hujan, dengan beberapa daerah mencatat HTH kategori sangat pendek, yakni 1–5 hari.

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer saat ini turut mendukung peningkatan hujan. Indeks *Indian Ocean Dipole* (IOD) berada pada kategori netral dengan nilai -0,31 dan diprediksi tetap netral hingga pertengahan 2026. Sementara anomali suhu permukaan laut wilayah Nino3.4 menunjukkan indeks -0,53 yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah, yang juga diperkirakan menuju netral.

Selain itu, aliran massa udara di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi angin baratan, didukung adanya sistem tekanan rendah di perairan barat Sumatera dan utara Maluku. Kondisi suhu muka laut di perairan Indonesia umumnya normal hingga hangat, serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang terpantau aktif di fase 6 dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan dasarian III Januari 2026.

BMKG juga memprediksi peluang hujan signifikan pada dasarian III Januari 2026, periode 21–31 Januari. Peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian diperkirakan mencapai 80 hingga lebih dari 90 persen di seluruh wilayah NTB. Peluang hujan di atas 100 milimeter per dasarian mencapai 60 hingga lebih dari 90 persen, terutama di sebagian besar Pulau Lombok, Sekongkang, sebagian wilayah utara Kabupaten Sumbawa, serta sebagian wilayah utara Dompu.

Sementara itu, peluang hujan sangat lebat di atas 150 milimeter per dasarian dengan tingkat probabilitas 70 hingga lebih dari 90 persen diprediksi terjadi di wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora.

Seiring kondisi tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi dengan level Waspada, Siaga, hingga Awas di sejumlah wilayah. Level Waspada berlaku di beberapa kecamatan di Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, dan Bima. Level Siaga ditetapkan untuk Kecamatan Sembalun dan Sambelia di Lombok Timur, Labuhan Badas di Sumbawa, serta Pekat di Dompu. Sementara level Awas dikeluarkan untuk Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

BMKG menegaskan saat ini NTB telah memasuki musim hujan dan sebagian wilayah berada pada fase puncaknya. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan kebersihan lingkungan dan kelancaran aliran air guna meminimalkan risiko banjir. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini sebagai langkah antisipasi dampak bencana dan perencanaan aktivitas ke depan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?