Maret 26, 2026
KLHK
Menteri Lingkungan Hidup RI. (Foto: Lomboknusa/Google).

Lomboknusa.id, Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara resmi menyatakan akan segera memulai penyelidikan terhadap sejumlah industri di Sumatra. Penyelidikan ini dilakukan menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi baru-baru ini, dengan dugaan kuat bahwa aktivitas ekstraktif telah berkontribusi signifikan terhadap berkurangnya luasan tutupan hutan, yang kemudian memperburuk dampak curah hujan ekstrem di wilayah tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Nurofiq, dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR di Jakarta pada Rabu (3/12/2025), menegaskan komitmen pemerintah untuk mengambil tindakan. Ia menyebutkan bahwa pendekatan hukum akan dilakukan kepada pihak-pihak yang terbukti berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan dalam bencana di Sumatra.

Sebagai langkah awal yang konkret, Menteri Hanif mengumumkan pemanggilan terhadap pimpinan korporasi yang terindikasi. “Pada hari Senin (8/12/2025), seluruh pimpinan perusahaan yang terindikasi, berdasarkan kajian citra satelit, berkontribusi menghadirkan log-log pada banjir tersebut akan kami undang untuk proses klarifikasi di Deputi Gakkum (Penegakan Hukum),” jelasnya. Setelah proses klarifikasi tersebut selesai, KLHK akan segera memulai langkah-langkah penyelidikan resmi.

Selain penegakan hukum, KLHK juga akan memfokuskan perhatian pada perizinan lingkungan di kawasan Batang Toru.

Evaluasi atas perizinan tersebut akan dilakukan, terutama untuk memastikan kesesuaian izin dengan kapasitas lingkungan yang tersedia. Langkah-langkah ini diambil menyusul pandangan bahwa bencana Sumatra tidak semata-mata diakibatkan oleh alam, namun diperparah oleh kerusakan ekosistem akibat kegiatan industri.

About The Author

1 thought on “KLHK Selidiki Sejumlah Industri, Diduga Berkontribusi Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?