Maret 23, 2026
Minat Gen Z Jadi
(Foto : AI)

Lomboknusa.id, Jakarta: Minat Gen Z jadi guru di Indonesia turun signifikan. Hasil survei PGRI pada November 2025 mencatat hanya sekitar 11 persen responden usia 17–26 tahun yang menyatakan berminat menjadi guru.

Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi menilai, rendahnya minat tersebut tidak bisa dipisahkan dari isu kesejahteraan dan ketidakpastian status kerja, terutama di kalangan guru non-ASN. “Selama ini guru disebut mulia, tapi kenyataannya banyak yang masih hidup dengan masa depan buram. Anak muda tidak butuh pujian, mereka butuh kepastian,” ujar Unifah, Senin (17/11/2025).

Baca Juga : LPEM UI: Ribuan Lulusan S2–S3 Menganggur, Pasar Kerja Tak Ramah Pendidikan Tinggi

Ia menegaskan bahwa permasalahan bukan semata soal gaji, melainkan sistem karier yang tidak kompetitif dibanding sektor lain. “Generasi Z itu realistis. Mereka mau mengajar, tapi tidak mau dikorbankan oleh sistem yang tidak memberi masa depan. Kalau negara tidak berani menjamin keberlanjutan karier guru, jangan berharap mereka antre masuk kelas sebagai pengajar,” katanya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menilai survei ini sebagai peringatan keras bagi kebijakan pendidikan nasional. “Jika generasi paling muda tidak lagi melihat profesi ini menjanjikan, berarti kebijakan kita belum memuliakan guru secara nyata, hanya dalam slogan,” ujar Hetifah, Selasa (19/11/2025).

PGRI mendesak pemerintah mempercepat reformasi sistem penggajian minimum, perlindungan sosial, dan jenjang karier berbasis kepastian regulasi. “Ini bukan sekadar soal rekrutmen guru baru, tapi menyelamatkan masa depan profesinya. Kalau tidak segera dibenahi, kita akan kehilangan calon-calon guru terbaik dari generasi ini,” pungkas Unifah.

 

About The Author

1 thought on “Minat Gen Z Jadi Guru Anjlok, Sistem Dinilai Gagal Tawarkan Masa Depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?