
Ilustrasi foto konten (Sumber: AI)
Lomboknusa.id, Jakarta: Kasus yang melibatkan Elham Yahya Luqman atau Gus Elham, ulama muda yang videonya viral karena mencium anak-anak perempuan saat kegiatan dakwah, menuai kecaman luas dari masyarakat. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan.
KH Miftachul Akhyar menyatakan bahwa perilaku mencium anak perempuan dalam konteks dakwah merupakan tindakan yang keliru dan membahayakan. “Tindakan seperti itu adalah tindakan yang keliru dan merusak. Saya meminta agar pelaku diberikan sanksi yang dapat memberikan efek jera, sekaligus mencegah tindakan serupa terulang,” ujarnya.
Menurut KH Miftachul Akhyar, organisasi hanya dapat menjatuhkan sanksi administratif kepada anggotanya. Ia menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya merupakan kewenangan aparat penegak hukum. “Langkah hukum sepenuhnya berada di tangan aparat. PBNU tidak bisa mengambil tindakan di luar batas kewenangannya,” katanya.
Ia menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencoreng nilai dakwah, tetapi juga berpotensi membahayakan anak-anak yang menjadi objeknya. Selain itu, perbuatan tersebut dinilai dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kegiatan dakwah secara umum. “Ini bukan hanya merusak kegiatan dakwah, tapi juga membahayakan anak-anak dan mengikis kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, PBNU telah membentuk satuan tugas khusus untuk memantau aktivitas dakwah yang dianggap melampaui batas. Satgas tersebut bertugas memastikan metode dakwah tidak bertentangan dengan etika maupun perlindungan anak. “Satgas ini kami bentuk untuk memantau penyampaian dakwah dan memastikan tidak terjadi tindakan yang bertentangan dengan etika dan norma perlindungan anak,” jelas KH Miftachul Akhyar.
Pembentukan satgas ini juga menjadi upaya PBNU memperkuat pengawasan internal di tengah meningkatnya konten dakwah digital. PBNU berharap langkah tersebut dapat menjaga kredibilitas lembaga dan memastikan dakwah tetap berjalan sesuai prinsip syariat dan perlindungan terhadap anak.
PBNU bersama tokoh-tokoh ulama menyatakan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam setiap aktivitas keagamaan. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang membahayakan anak.
Dengan meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini, PBNU berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan profesional. Organisasi tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan prioritas utama yang tidak boleh dinegosiasikan.







1 thought on “PBNU Minta Aparat Usut Kasus Dugaan Pelecehan oleh Gus Elham”