Maret 26, 2026
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. (Foto: Google).

Lomboknusa.id, Lombok Tengah – Pernyataan Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, terkait kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan publik. Orang nomor satu di Loteng itu menilai insiden keracunan yang terjadi masih dalam batas wajar secara statistik dan meminta media tidak membesar-besarkan persoalan tersebut.

Menurut Pathul, dengan jumlah penerima manfaat program MBG yang mencapai sekitar 60 juta orang di seluruh Indonesia, angka kejadian keracunan yang muncul dinilai relatif kecil. Ia menyebut kasus-kasus tersebut masih bisa dimaklumi dalam konteks sosial dan pelaksanaan program berskala besar.

“Secara statistik, kejadian seperti ini masih wajar. Jangan setiap ada kejadian langsung dibesar-besarkan,” ujarnya seperti dikutip dari Detik.com.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan, terutama dari kalangan pemerhati anak. Banyak pihak menilai bahwa persoalan keracunan makanan pada anak tidak bisa dipandang sekadar angka statistik semata.

Data yang disampaikan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra justru menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat ribuan anak di berbagai daerah menjadi korban keracunan yang diduga berkaitan dengan program MBG.

Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah korban tertinggi, yakni 4.877 anak terdampak. Disusul Jawa Tengah sebanyak 1.961 anak, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 1.517 anak.

Angka tersebut dinilai menunjukkan bahwa persoalan ini bukan sekadar insiden kecil, melainkan menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak secara luas.

“Kesehatan anak tidak bisa diremehkan. Keracunan makanan, sekecil apa pun, tetap berisiko dan harus ditangani serius,” tegas Jasra.

Para pemerhati pendidikan dan kesehatan juga meminta pemerintah daerah maupun pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan.

Di sisi lain, kalangan jurnalis menilai bahwa pemberitaan mengenai kasus keracunan justru merupakan bentuk kontrol publik agar program unggulan pemerintah tersebut berjalan lebih aman dan bertanggung jawab.

Hingga kini, belum ada langkah konkret yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terkait peningkatan pengawasan program MBG pasca munculnya berbagai kasus keracunan di sejumlah daerah.

Polemik ini pun diperkirakan masih akan berlanjut, mengingat program Makan Bergizi Gratis menyasar jutaan anak Indonesia dan menyangkut kepentingan kesehatan generasi penerus bangsa.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?