Maret 25, 2026

Ilustrasi foto konten (Foto: Lomboknusa.id/AI)

Lomboknusa.id, Jakarta: Polri mengungkap modus baru perekrutan anak-anak dan pelajar oleh kelompok teroris dengan memanfaatkan ruang digital. Berbagai platform seperti media sosial, game online, aplikasi pesan instan, hingga situs tertutup digunakan untuk menjaring target secara sistematis.

Karopenmas Polri Brigjen (Pol) Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa kelompok teroris memanfaatkan celah digital untuk mendekati anak-anak. “Modus rekrutmen anak dan pelajar dengan memanfaatkan ruang digital, termasuk di antaranya media sosial, game online, aplikasi perpesan instan dan situs-situs tertutup,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Menurut Trunoyudo, langkah awal penyebaran propaganda dilakukan secara terbuka melalui platform yang mudah diakses. Kanal media sosial seperti Facebook, Instagram, dan game online menjadi pintu masuk utama bagi kelompok teroris untuk mencari calon korban.

Setelah menemukan anak yang dianggap potensial, akses komunikasi kemudian dialihkan ke platform yang lebih tertutup. “Mereka akan dihubungi secara pribadi melalui platform yang lebih tertutup, seperti WhatsApp dan Telegram,” jelasnya.

Trunoyudo menambahkan, proses perekrutan dilakukan secara bertahap melalui pendekatan yang bersifat personal. Anak-anak yang menjadi sasaran biasanya diberikan materi propaganda secara berulang untuk mempengaruhi pola pikir mereka.

Berdasarkan data Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, sudah ada 110 anak yang diduga menjadi korban perekrutan dari lima tersangka yang ditangkap. Mereka berada di rentang usia 10 hingga 18 tahun, dan tersebar di 23 provinsi

Fenomena ini menunjukkan bahwa anak-anak semakin rentan terhadap infiltrasi kelompok teroris di ruang digital. Polri mengimbau para orangtua dan sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat sistem deteksi dini terhadap aktivitas perekrutan di dunia maya. Upaya pencegahan akan diperkuat melalui edukasi literasi digital dan kerja sama dengan berbagai platform teknologi.

Ancaman radikalisasi digital kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Polri menegaskan akan terus memantau pergerakan jaringan teroris dan memperketat pengawasan ruang digital yang kerap dimanfaatkan untuk propaganda.

 

About The Author

2 thoughts on “Polri Ungkap Modus Kelompok Teroris Rekrut Anak Lewat Game Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?