Maret 26, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto. (Foto: Lomboknusa/Google).

Lomboknusa.id, Jakarta: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengaku kerap mendapat cibiran saat berbicara mengenai adanya kekuatan asing yang tidak menghendaki Indonesia menjadi negara maju. Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak memedulikan anggapan tersebut dan tetap berpegang pada mandat rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025). Dalam forum resmi tersebut, Prabowo menegaskan komitmennya untuk berdiri sepenuhnya di atas kepentingan bangsa dan negara.

“Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia. Saya akan mati untuk rakyat Indonesia. Bagi saya, mati untuk rakyat adalah kehormatan,” kata Prabowo di hadapan jajaran penegak hukum dan pejabat negara.

Menurut Prabowo, sikap tersebut merupakan konsekuensi dari tanggung jawab yang melekat pada jabatan presiden. Ia menilai, seorang pemimpin tidak boleh gentar menyuarakan ancaman terhadap kedaulatan dan kepentingan nasional, meskipun pandangan itu tidak selalu populer di hadapan publik maupun kelompok tertentu.

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyinggung dampak serius kebocoran dalam pengelolaan anggaran negara dan kekayaan sumber daya alam. Ia menilai praktik tersebut berpotensi melemahkan fondasi negara jika dibiarkan berlangsung terus-menerus tanpa penindakan tegas.

Prabowo mengibaratkan kondisi negara seperti tubuh manusia. Menurutnya, kekayaan negara, termasuk uang dan sumber daya alam, memiliki peran vital layaknya darah yang mengalir dalam tubuh. Jika terjadi kebocoran secara berulang, maka negara akan mengalami kerusakan sistemik.

“Berkali-kali saya katakan, negara itu ibarat badan manusia. Kekayaan, uang, dan segala sumber daya itu ibarat darah. Kalau badan manusia tiap hari bocor, bocor, bocor, sekian cc, pada akhirnya badan itu akan kolaps,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan bahwa kebocoran anggaran dan penyalahgunaan sumber daya alam bukan hanya persoalan administratif, melainkan ancaman langsung terhadap keberlangsungan negara dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, Prabowo menilai penegakan hukum yang tegas menjadi keharusan.

Dalam konteks tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas upaya penyelamatan keuangan negara melalui pengungkapan dan penindakan kasus korupsi serta penarikan denda administratif. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dari upaya menutup “kebocoran” yang selama ini merugikan negara.

Prabowo juga menegaskan bahwa agenda pemberantasan korupsi dan perlindungan kekayaan negara akan terus menjadi prioritas pemerintahannya. Ia meminta seluruh aparatur negara untuk tidak ragu bersikap tegas terhadap praktik-praktik yang merugikan kepentingan nasional.

Menutup sambutannya, Prabowo kembali menekankan bahwa kritik, ejekan, maupun tekanan tidak akan mengubah komitmennya. Baginya, tanggung jawab kepada rakyat Indonesia jauh lebih besar dibandingkan kepentingan pribadi atau penilaian pihak lain.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?