
Kepala SMKN 5 Mataram. (Foto : Ist)
KBRN, Mataram: Kepala SMKN 5 Mataram, H. Istiqlal, menilai apresiasi masyarakat terhadap profesi seni masih belum sebanding dengan potensi ekonominya. Padahal, berbagai karya yang dihasilkan siswa jurusan seni terbukti memiliki nilai komersial tinggi dan mampu menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.
Ia menegaskan bahwa perkembangan industri kreatif nasional seharusnya menjadi landasan bagi masyarakat untuk melihat seni sebagai bidang profesional dengan prospek ekonomi yang kuat, terutama bagi generasi muda yang memiliki kreativitas visual.
“Tidak sedikit siswa kami memperoleh bayaran hingga jutaan rupiah untuk satu karya mural, namun sebagian orang tua masih menganggap seni tidak memiliki masa depan. Padahal peluang ekonominya sangat besar jika ditekuni secara profesional,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, sekolah terus memberi ruang bagi siswa untuk mengasah keterampilan sekaligus mengenalkan mereka pada realitas pasar. Melalui pameran karya, kolaborasi dengan industri, hingga proyek lapangan, siswa dibimbing agar memahami standar kerja dunia industri sejak dini.
“Dengan pengalaman langsung di lapangan, siswa belajar bagaimana dunia profesional bekerja. Ini meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membuka peluang jejaring karier mereka,” tambahnya.
H. Istiqlal menilai rendahnya apresiasi seni sering kali dipicu oleh pandangan keliru bahwa seni hanya sebatas hobi. Padahal, banyak praktisi seni mampu berkarya secara mandiri dan mendapatkan penghasilan stabil dari mural, desain, maupun karya visual lainnya.
“Jika masyarakat mengubah cara pandangnya, banyak potensi yang selama ini terhambat akan berkembang. Banyak siswa berbakat memilih mundur karena orang tua takut seni tidak menjamin masa depan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa SMKN 5 Mataram tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter kreatif dan profesional agar mereka siap bersaing di industri kreatif yang semakin dinamis.
“Kami menanamkan disiplin, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang. Dunia seni bukan hanya tentang bakat, tetapi juga mengenai etos kerja dan profesionalisme,” jelasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan siswa jurusan seni mendapatkan dukungan penuh dalam menentukan karier mereka.
“Dukungan lingkungan sangat berpengaruh terhadap motivasi siswa. Ketika mereka mendapat kepercayaan, kemampuan yang dimiliki akan berkembang lebih jauh,” katanya.
H. Istiqlal berharap seni dapat dipandang sejajar dengan bidang pendidikan lainnya serta tidak lagi dianggap sebagai pilihan sampingan. Menurutnya, pertumbuhan industri kreatif adalah bukti kuat bahwa seni memiliki masa depan cerah dan dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah.
“Jika seni diberi tempat yang layak, sekolah akan melahirkan lebih banyak talenta kreatif yang memberi manfaat bagi daerah maupun bangsa,” tutupnya.







1 thought on “SMKN 5 Mataram Dorong Seni Menjadi Pilar Ekonomi Kreatif Daerah”