
Lomboknusa.id, Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram memaparkan dokumen Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 dalam rangkaian Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Lombok Raya, Kamis (5/2/2026). Renstra tersebut menjadi arah kebijakan utama pengembangan institusi untuk lima tahun ke depan dengan fokus pada akselerasi mutu, internasionalisasi, dan penguatan riset.
Pemaparan Renstra dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro AAKK, para Dekan, Direktur Pascasarjana, hingga pimpinan unit kerja seperti kepala UPT, ketua dan sekretaris jurusan, ketua program studi, serta perwakilan pegawai.
Agenda ini menjadi sesi kunci dalam Raker karena menjadi pijakan strategis bagi seluruh unit kerja dalam menyusun program, indikator kinerja, dan langkah percepatan transformasi UIN Mataram menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.
Pemaparan Renstra disampaikan oleh Wakil Rektor I UIN Mataram, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., didampingi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Mataram, Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA., serta Sekretaris LPM, Prof. Dr. H. Abdul Quddus, MA. Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Alfira Mulya Astuti, M.Si.

Dalam paparannya, Prof. Adi Fadli menegaskan bahwa Renstra 2025–2029 dirancang untuk memperkuat posisi UIN Mataram di tingkat nasional maupun internasional. Fokus utama diarahkan pada peningkatan akreditasi, penguatan riset, serta perluasan jejaring internasional yang diturunkan dari Kontrak Kinerja dan Perjanjian Kinerja Rektor Tahun 2026.
“Salah satu target strategis kami adalah mendorong enam program studi untuk meraih akreditasi internasional pada tahap awal. Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pengakuan global terhadap mutu akademik UIN Mataram,” ujarnya.
Pada bidang penelitian, ia menjelaskan bahwa secara ideal anggaran riset ditargetkan mencapai enam persen dari DIPA atau sekitar Rp13 miliar. Namun realisasi saat ini masih berada pada kisaran Rp3 miliar atau sekitar 29 persen dari target.
“Oleh karena itu, dalam Renstra baru ini kami menargetkan peningkatan signifikan anggaran riset hingga 50 persen, minimal mencapai Rp7 miliar, sebagai upaya memperkuat budaya riset dan produktivitas publikasi dosen,” jelas Prof. Adi.
Terkait internasionalisasi, Prof. Adi Fadli mengungkapkan bahwa minat mahasiswa asing terhadap UIN Mataram terus meningkat. Hingga saat ini tercatat pendaftar mahasiswa internasional berasal dari 23 negara yang telah melalui tahapan seleksi.
“Capaian ini menunjukkan meningkatnya daya tarik UIN Mataram di kancah global dan menjadi modal penting untuk memperluas jejaring akademik internasional,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan rencana strategis pembukaan Fakultas Kedokteran yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas kontribusi UIN Mataram dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Ketua LPM UIN Mataram, Prof. Fahrurrozi, menegaskan bahwa Renstra 2025–2029 disusun dengan mengacu pada prinsip penjaminan mutu berkelanjutan.
“Setiap target strategis dalam Renstra harus disertai indikator kinerja yang terukur, sistem monitoring dan evaluasi yang kuat, serta mekanisme penjaminan mutu internal yang konsisten,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris LPM UIN Mataram, Prof. Abdul Quddus, menyampaikan bahwa LPM akan memperkuat peran dalam mengawal implementasi Renstra di seluruh lini kelembagaan.
“Kami memastikan agar program-program dalam Renstra tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terimplementasi secara nyata di tingkat universitas, fakultas, hingga program studi,” ungkapnya.
Melalui pemaparan Renstra ini, UIN Mataram menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi pengembangan institusi, khususnya dalam peningkatan mutu akademik, penguatan riset, serta perluasan kerja sama internasional.
Seluruh pimpinan dan pengelola diharapkan menjadikan Renstra 2025–2029 sebagai pedoman utama dalam menyusun program kerja, sehingga setiap capaian dapat terukur dan selaras dengan visi UIN Mataram sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.






