Maret 25, 2026

Potret warga Sumut yang menyebrang sungai dengan kabel dikarena banjir bandang. (Foto: Ist)

Lomboknusa.id, Sumatera Utara: Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara memunculkan situasi darurat yang mengancam keselamatan warga. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tampak warga terpaksa menyeberangi sungai dengan arus deras hanya dengan berpegangan pada kabel listrik. Kabel tersebut menjadi satu-satunya akses yang tersisa setelah jembatan utama hanyut diterjang banjir.

Peristiwa ini terjadi setelah hujan ekstrem mengguyur kawasan itu selama tiga hari berturut-turut, menyebabkan banjir bandang di tujuh kabupaten/kota. Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya 37 orang dilaporkan meninggal dunia akibat terpaan banjir dan longsor yang menyertai. Selain itu, puluhan warga mengalami luka-luka, sementara ribuan orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Visual warga yang berjuang menyeberang sungai dengan cara berpegangan kabel listrik mencerminkan situasi darurat yang memprihatinkan. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya akses evakuasi yang layak bagi masyarakat terdampak, terutama ketika infrastruktur dasar seperti jembatan dan jalan poros mengalami kerusakan parah. Di tengah ancaman keselamatan, warga tidak memiliki opsi lain selain mempertaruhkan nyawa untuk berpindah tempat.

Sejumlah pihak menyerukan perlunya langkah cepat dari pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan jalur evakuasi aman. Selain itu, percepatan distribusi bantuan logistik, penanganan medis, dan pembangunan jembatan darurat menjadi kebutuhan mendesak. Para ahli kebencanaan juga menekankan pentingnya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan jangka panjang, mengingat curah hujan ekstrem kian sering terjadi akibat perubahan iklim.

Situasi di lapangan masih terus dipantau oleh tim SAR gabungan, yang tengah berupaya melakukan pencarian korban dan mengevakuasi warga yang masih terjebak. Di sejumlah titik, banjir dilaporkan masih merendam permukiman, sehingga proses penyelamatan harus dilakukan secara bertahap dengan peralatan terbatas.

Bencana ini membuka kembali diskusi mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur tahan bencana di wilayah rawan banjir. Para pengamat menilai bahwa kerusakan jembatan dalam video viral tersebut menegaskan bahwa banyak infrastruktur di daerah belum siap menghadapi intensitas cuaca ekstrem. Hal ini membuat masyarakat berada dalam risiko tinggi ketika bencana terjadi.

Sambil menunggu perbaikan akses dan pemulihan kondisi, ribuan warga kini mengandalkan bantuan dari pemerintah, relawan, dan berbagai organisasi kemanusiaan. Dukungan dalam bentuk makanan cepat saji, pakaian, selimut, obat-obatan, serta air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak di lokasi pengungsian.

Peristiwa tragis di Sumatera Utara ini menjadi pengingat kuat bahwa bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga memengaruhi keamanan dan psikologis warga terdampak. Tanpa kesiapan infrastruktur yang memadai dan mitigasi yang kuat, masyarakat akan terus berada dalam ancaman setiap kali cuaca ekstrem melanda.

 

About The Author

3 thoughts on “Warga Sumatera Utara Terpaksa Menyeberang Sungai Berarus Deras Berpegangan Kabel Listrik akibat Jembatan Hancur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?