
Lomboknusa.id, Jakarta: Dalam wawancara eksklusif di kediamannya di Surakarta, Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyampaikan pandangannya mengenai berbagai isu strategis, mulai dari bencana alam hingga masa depan Indonesia di era kecerdasan buatan.
Jokowi mengawali pernyataannya dengan menyampaikan duka cita atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan gotong-royong antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat untuk mempercepat penanganan.
Dalam perspektif global, Jokowi menyinggung penunjukannya sebagai penasihat Bloomberg New Economy Forum—sebuah pengakuan terhadap posisi Indonesia sebagai kekuatan besar dari Global South. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di kisaran lima persen selama dua dekade terakhir harus diperkuat oleh pemerintahan saat ini.
Berbicara mengenai masa depan teknologi, Jokowi menekankan transisi Indonesia dari ekonomi digital menuju ekonomi cerdas, yang memanfaatkan kecerdasan buatan, algoritma, dan data real-time untuk pengambilan keputusan presisi. Ia menegaskan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur fisik dan digital, peningkatan literasi AI, serta pelatihan generasi muda dalam coding, machine learning, dan robotika.
Presiden juga menggarisbawahi urgensi regulasi yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan AI, disinformasi, serta ancaman terhadap kedaulatan data nasional. Ia memperingatkan risiko melebarnya kesenjangan antara negara maju dan berkembang jika teknologi cerdas tidak diadopsi secara merata.
Dalam isu politik, Jokowi menanggapi kembali tuduhan “ijazah palsu” yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa semua dokumennya asli dan siap diselesaikan melalui proses hukum. Menurutnya, isu tersebut hanyalah manuver politik yang mengalihkan perhatian dari agenda nasional yang lebih penting.
Menutup wawancara, Jokowi tetap optimistis terhadap masa depan Indonesia. Ia menyerukan persiapan kolektif menghadapi perubahan besar yang didorong oleh kecerdasan buatan dan robotika, sekaligus menegaskan bahwa hanya dengan persatuan bangsa dapat bersaing di era persaingan global yang semakin ekstrem.







1 thought on “Wawancara Eksklusif: Jokowi Jawab Bencana, AI, dan Tuduhan Ijazah Palsu”