April 16, 2026
Pelaksanaan Epic Lombok Coffee Week. (Foto: Lomboknusa/Ist)

Lomboknusa.id, Mataram — Epic Lombok Coffee Week (ELCW) yang digelar pada 2–5 April 2026 di Atrium Lombok Epicentrum Mall mencatatkan capaian signifikan dengan total transaksi lebih dari Rp2 miliar. Kegiatan ini menjadi festival kopi terbesar yang pernah diselenggarakan di pusat perbelanjaan tersebut sejak berdiri 10 tahun lalu.

Selama empat hari pelaksanaan, ELCW berhasil menarik lebih dari 19.000 pengunjung. Sebanyak 20 coffeeshop di Lombok turut ambil bagian, menjadikan ajang ini sebagai ruang temu pelaku usaha sekaligus penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Inisiator kegiatan, Bagus Krishna Adhitria, yang merupakan mahasiswa Magister Perencanaan Kepariwisataan Universitas Mataram (Unram), menyebut festival ini sebagai bukti konkret kolaborasi antara pendekatan akademik dan praktik di lapangan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kopi bukan sekadar gaya hidup, tapi pilar ekonomi yang kuat untuk pariwisata Lombok. ELCW adalah bukti kolaborasi antara riset akademik dan eksekusi lapangan yang tepat sasaran,” ujarnya saat penutupan acara.

Selain aspek komersial, ELCW juga menghadirkan kegiatan edukatif melalui sesi cupping atau uji cita rasa kopi. Kegiatan ini melibatkan pelaku industri kopi, termasuk Joey Malvine, yang memberikan penilaian terhadap kualitas dan karakter rasa kopi yang dipamerkan.

Keterlibatan praktisi dan akademisi, seperti Afwan Abrory, semakin memperkuat sinergi dalam pengembangan industri kopi lokal. Kolaborasi tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas sekaligus memperluas jejaring pelaku usaha kopi di daerah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tolok ukur penyelenggaraan festival kreatif di masa mendatang, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Epic Lombok Coffee Week dirancang sebagai agenda tahunan untuk mempromosikan budaya kopi lokal serta memperkuat jaringan pelaku usaha kopi di NTB melalui pemanfaatan ruang publik secara dinamis.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?