
Lomboknusa.id, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi, menyampaikan bantahan keras terhadap tuduhan yang mengaitkannya dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL). Tuduhan tersebut secara spesifik menyebut Luhut terlibat, terafiliasi, atau memiliki kepemilikan di perusahaan produsen pulp tersebut.
Bantahan resmi ini muncul di tengah panasnya polemik lingkungan pascabanjir besar di Sumatra, di mana aktivitas TPL menjadi sorotan utama. Jodi Mahardi menegaskan bahwa seluruh klaim yang mengaitkan Luhut dengan perusahaan tersebut tidak berdasar dan merupakan informasi keliru. Ia juga meminta publik untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Juru bicara tersebut menekankan bahwa Menko Luhut selalu mematuhi aturan terkait etika pemerintahan dan konflik kepentingan. Pernyataan ini bertujuan untuk menepis spekulasi publik yang mengaitkan kekuasaan pejabat negara dengan keberlangsungan operasional perusahaan yang tengah disorot karena isu lingkungan.
Isu keterlibatan Luhut mencuat setelah tragedi banjir di Sumatra yang menimbulkan kerugian besar. Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, secara terbuka menyatakan siap merekomendasikan penutupan operasional perusahaan tersebut jika terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan. Desakan dari kepala daerah ini semakin mempertegas tekanan yang dihadapi oleh TPL.
Meskipun Gubernur Sumut telah menyatakan kesiapan untuk merekomendasikan penutupan, hingga awal Desember, manajemen TPL dikabarkan belum menerima salinan rekomendasi resmi. Pihak manajemen TPL menilai proses penutupan tersebut masih berada dalam tahap penyusunan, sambil menunggu evaluasi operasional menyeluruh dari pemerintah daerah.
Dengan bantahan ini, Luhut Pandjaitan berupaya menjaga integritasnya di tengah polemik lingkungan dan bisnis yang melibatkan nama besar di Sumatra. Sementara itu, nasib kelanjutan operasional TPL kini berada di tangan hasil evaluasi pemerintah daerah yang didesak oleh masyarakat dan Gubernur Sumatra Utara.







1 thought on “Bantahan Keras Luhut Pandjaitan Soal TPL, Muncul di Tengah Desakan Penutupan Operasional”