Maret 22, 2026
Bupati
Mukhlis Takabeya, Bupati Bireuen. (Foto: Google)

Lomboknusa.id, Nasional: Pernyataan Bupati Bireuen, Mukhlis Takabeya, saat meninjau lokasi banjir di wilayahnya memicu sorotan publik. Dalam kunjungannya, Mukhlis mengatakan bahwa lahan bekas terjangan banjir bandang tersebut lebih cocok ditanami kelapa sawit karena struktur tanahnya yang berpasir.

“Ini paling bagus tanam sawit, sawit itu kayak pohon rumbia, nanti batangnya. Tanah berpasir ini, posisi akarnya gampang dia. Ini untuk semen tidak bisa,” ujar Mukhlis, sebagaimana dikutip dari pernyataannya saat berada di lokasi.

Komentar tersebut diucapkan ketika pemerintah daerah sedang melakukan asesmen dampak banjir yang terjadi di beberapa titik Kabupaten Bireuen. Banjir bandang yang melanda kawasan itu sebelumnya merusak jalan, rumah warga, serta fasilitas umum, termasuk jembatan dan lahan pertanian masyarakat.

Pernyataan tentang kelapa sawit memunculkan beragam tanggapan, terutama karena wilayah Aceh selama ini dikenal memiliki isu panjang terkait alih fungsi lahan, deforestasi, dan kerentanan ekologis. Beberapa pengamat lingkungan menilai bahwa pemulihan kawasan terdampak bencana seharusnya berorientasi pada rehabilitasi ekosistem, bukan pada pengembangan tanaman komoditas perkebunan.

Walhi Aceh dalam beberapa laporannya sebelumnya juga menegaskan bahwa alih fungsi hutan untuk sawit menjadi salah satu faktor yang memperburuk risiko banjir di sejumlah kabupaten di Aceh. Mereka menyarankan pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan vegetasi alami, memperbaiki tata kelola DAS, serta mengurangi eksploitasi kawasan rawan bencana.

Meski demikian, pihak Pemerintah Kabupaten Bireuen belum memberikan penjelasan rinci terkait konteks pernyataan Mukhlis tersebut, apakah hal itu bagian dari rencana nyata pemanfaatan lahan pascabencana atau hanya penilaian teknis sementara.

Hingga kini, proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung. BPBD Bireuen melaporkan bahwa puluhan rumah terendam, beberapa jembatan putus, dan akses ke sejumlah desa sempat terisolasi akibat kuatnya arus banjir. Pemerintah daerah juga sedang mengupayakan pembangunan infrastruktur darurat untuk memastikan distribusi bantuan tetap berjalan.

Sejumlah warga berharap pemerintah lebih fokus pada penanganan jangka pendek maupun pemulihan jangka panjang tanpa adanya kebijakan yang berpotensi memicu kerusakan lingkungan baru.

“Yang kami butuhkan sekarang bagaimana rumah kami aman dari banjir berikutnya. Kalau soal sawit, itu bukan prioritas kami,” ujar salah seorang warga yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, perdebatan soal rencana pemanfaatan lahan pascabencana tersebut masih berlangsung, menunggu klarifikasi resmi dari Pemkab Bireuen terkait kelanjutan arah kebijakan di lapangan.

About The Author

1 thought on “Bupati Bireuen Sebut Lahan Bekas Banjir Cocok Ditanami Sawit, Picu Polemik di Tengah Upaya Pemulihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need Help?