
Lomboknusa.id, Bima – Aliansi Pemuda Peduli Desa Sanolo menggelar demonstrasi di Kantor Desa Sanolo, Kabupaten Bima, Aksi menyoroti dugaan LPJ fiktif Pemerintah Desa Sanolo periode 2020 hingga 2025, pada Rabu (25/2/2026).
Demonstrasi dipicu persoalan sosial serta tuntutan keterbukaan informasi pengelolaan dana desa. Massa terdiri pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi peduli desa.
Koordinator lapangan Anjas menyampaikan orasi terkait temuan program pembangunan tahun 2023. Ia menyebut proyek Rumah Pangan Lestari tidak pernah direalisasikan pemerintah desa.
Koordinator umum, Dae Ari menyoroti pengelolaan dana desa dinilai tidak transparan. Ia menegaskan kondisi tersebut berpotensi melanggar regulasi keterbukaan informasi publik.
“Pemerintah desa sudah melanggar regulasi keterbukaan informasi publik dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2008, ujarnya kepada Lomboknusa.id dalam wawancara online.
Massa juga memaparkan dugaan kejanggalan anggaran sistem pengembangan informasi desa. Mereka menyebut nominal tahun 2023 mencapai Rp128.809.410 dinilai fantastis.
Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah desa membuka dokumen APBDes dan laporan tahunan. Mereka juga mendesak Inspektorat Kabupaten Bima memeriksa dugaan penyalahgunaan ADD.
Aksi tidak mendapat tanggapan langsung dari Kepala Desa Sanolo. Massa menyatakan akan melaporkan dugaan tersebut kepada aparat penegak hukum Tipidkor.





